Pages

Subscribe:

Review Battlefield: Bad Company 2

Battlefield merupakan sebuah IP game yang terkenal akan fitur multiplayer-nya, tidak terkecuali Bad Company. Sejak game pertamanya, Bad Company telah menyuguhkan sebuah sistem singleplayer dan tentunya, Bad Company 2 menyuguhkan hal yang sama.

Tapi ingat, Battlefield terkenal akan multiplayer-nya. Jadi jika singleplayer terasa agak… hambar, yaah jangan menyesal. Lanjuut!


Game akan bermula pada setting Perang Dunia ke-II. Jangan khawatir, misi tutorial ini masih akan ada hubungannya dengan cerita utama. Diceritakan bahwa pada saat itu, Jepang sedang membuat senjata pemusnah masal dan kita berperan sebagai pasukan Sekutu yang berusaha untuk menguak informasi tersebut.


ki-ka: George Haggard Jr., Terrance Sweetwater, Preston Marlowe, Samuel Redford

Nah, setelah misi tutorial selesai, kita dihadapkan kepada Bad Company. Tim 4 orang prajurit yang ditugaskan untuk melakukan misi-misi sulit dari Amerika. Dan dari ke-4 orang tersebut, Anda akan berperan sebagai Preston Marlowe. Pada saat game ini kembali ke masa depan (?), Amerika sedang ada konflik dengan Russia, dan salah seorang komandan Russia, Kirilenko ingin membangun kembali senjata pemusnah massal tersebut. Jadi… yah kali ini kita kembali berhadapan dengan orang Russia (sabar ya, Russia) untuk mencegah bentrok karena senjata tersebut!


Ceritanya memang agak simpel dan mudah dicerna, tapi disisi gameplay agak kurang.



Gameplay kurang-lebih standar. Game FPS, senjata banyak, musuh banyak, dan sebagainya. Akan tetapi, fitur checkpoint yang digunakan kadang kurang tepat. Seringkali saya mati, melihat layar loading yang cukup lama, dan kembali jauh pada awal misi!


Tapi paling tidak, game ini menyuguhkan sebuah fitur bernama Destruction


Not just vehicles, bro!


2.0, dimana semua objek dapat dihancurkan! Memang awalnya terasa seru, tapi kelamaan jadi biasa saja — bahkan terkadang jadi menyebalkan. Lagipula menembak musuh seperti biasa terasa seperti cara yang lebih cepat dan efektif daripada harus menghancurkan tempat bersembunyinya dulu.


Sekarang yang membuat saya agak sebal sama game ini yaitu: A.I. dan asap. Kalau checkpoint masih bisa ditolerir sedikit… Pertama, asap. Anda akan melihat baanyak sekali asap, debu-debu, salju yang akan menghalangi pandangan Anda. Tapi dengan ajaibnya, A.I. lawan dapat dengan mudah melihat Anda dan membantai Anda dengan mudah! Kemudian A.I. kawan. “Bad” Company benar-benar “bad” dalam masalah menembak. Masa 3-lawan-1 dan saling berhadapan jarak dekat, musuhnya nggak mati-mati? Nggak lucu.


Lagipula entah kenapa, Bad Company 2 terasa agak bland. Fun, iya, tapi agak hambar… Mungkin jika bermain online, maka bisa berubah 180 derajat. Mungkin…



Oh ya, sekedar tambahan. EA kali ini menerapkan sistem baru untuk game-gamenya yang dapat mendukung game-gamenya memiliki masa permainan yang lebih panjang melalui content-content DLC. Jika Anda membeli game original dan masih merupakan game baru, Anda akan mendapatkan sebuah kode untuk mengakses tempat men-download content-content tersebut secara gratis. Tapi bagi pembeli second (dan sepertinya bajakan juga…) harus membayar sekitar 15 USD atau 1200 Microsoft Points.


———————————————————–


Score:



Gameplay: 7.5 (Checkpoint cacat, A.I. cacat…)


Graphic: 8.0 (Destruction 2.0 lumayan)


Story: 7.0 (Standar, walau tidak berbelit-belit)


Music & Sound: 8.0 (Nggak ada yang spesial)


Replay Value: 7.0 (Nggak ah, geli gw… Mending nyoba online)


Overall: 7.5 (Lebih baik main fitur online-nya)

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...